Ada beberapa metode pembelajaran antara lain (Winston,1992):
n Pembelajaran dengan menganalisa perbedaan (learning by analyzing differences). Metode pembelajaran ini menggunakan heuristik-heuristik induksi seperti require-link dan drop-link untuk mempelajari deskripsi klas dari contoh-contoh positif dan negative. Perbedaan-perbedaan dianalisa berdasarkan urutan-urutan penampilan.
n Pembelajaran dengan menjelaskan pengalaman (learning by explaining experience). Metode ini belajar dari pengalaman yang didapat dari latihan-latihan kerja (working exercises).
n Pembelajaran dengan mengoreksi kesalahan. Metode ini menggunakan suatu prosedur perbaikan untuk menunjukkan kesalahan dan mengoreksi kesalahan yang terdapat dalam suatu model.
n Pembelajaran dengan merekam kasus-kasus (learning by recording cases). Metode ini merekam kasus-kasus untuk penggunaan kemudian.
n Pembelajaran dengan membangun pohon-pohon identifikasi (learning by building identification trees). Metode ini mempelajari deskripsi dari suatu konsep dengan membangun pohon keputusan.
n Pembelajaran dengan melatih jaringan saraf tiruan. Metode ini mempelajari deskripsi suatu konsep dengan menghitung bobot dari suatu jaringan saraf tiruan.
n Pembelajaran dengan evolusi simulasi. Metode ini mempelajari deskripsi suatu konsep dengan menggunakan simulasi evolusi genetika.
Pembelajaran konsep dengan membangun pohon-pohon identifikasi (learning by building identification trees) adalah metode pembelajaran yang menjadi tema pokok dalam buku ini. Metode yang digunakan dalam membangun pohon keputusan adalah dengan menggunakan Iteraitive Dichotomizer Three (ID3).
ID3 diperkenalkan pertama kali oleh Quinlan (1979). Kemampuan metode ini untuk menghasilkan aturan-aturan pengklasifikasi konsep secara automatis menarik perhatian beberapa peneliti untuk melakukan penelitian mengenai potensi aplikasi metode ini. Namun sejauh ini aplikasi ID3 secara luas masih belum banyak dikenal baik dikalangan peneliti di luar negeri maupun di Indonesia. Hal ini disebabkan karena acuan-acuan mengenai ID3 sangat sulit ditemukan dan hanya terbatas pada jurnal-jurnal ilmiah tertentu. Tambahan lagi keterbatasan-keterbatasan metode ID3 yang asli yang dipekernalkan oleh Quinlan (1979), seperti keterbatasan dalam representasi ordered outcome, cukup menciutkan banyak peneliti untuk melakukan eksplorasi lebih lanjut dari metode ini pada bidang-bidang lain.
nih mau naya
apakah ID3 dan decision tree lerning itu bisa digunakan dalam pengambilan keputusan
tolongya ini butuh cepat mau buat Tugas Akhir
ID3 memang dapat dipakai untuk pembuatan keputusan
Salam kenal…
mo nanya….
Untuk pelajaran yang melibatkan laboratorium alam apa metode yang kira-kira cocok untuk itu. …….
trims
Trim kasih,
Saya tidak terlalu jelas apa yang dimaksud dengan lab alam. Tetapi yang dibahas dalam pembelajaran konsep ini adalah pembelajaran konsep untuk mesin. Memang ada kemiripan dengan pembelajaran manusia karena memang mesin selalu meniru cara manusia bekerja. Untuk pembelajaran di alam yang diimitasi oleh mesin adalah pembelajaran menggunakan prinsip evolusi (algoritma genetik) salah satu cvontoh pembelajaran yang bersifat evolusi dimana spesies yang mampu adaptof dengan lingkungannya akan survive sedang yang tidak akan hilang.